Minggu, 03 April 2011

MENYIAPKAN GENERASI

BERDAKWAH PADA KELUARGA

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Al-Imron : 110)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (Q.S. Al-Tahrim : 6)
Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Dia fitrah dan cenderung kepada setiap yang mengajaknya. Bila dibiasakan dalam kebaikan dan diajarkan maka ia akan tumbuh diatasnya, ddan juga sebaliknya bila diajarkan kejelekan maka dia akan jelek.

FASE PERTAMA
Semenjak anak dalam sulbi ayahnya hingga usia 3 tahun.
Rasulullah mendoakan anak bani adam mulai sewaktu masih didalam sulbi ayahnya, waktu nikahnya, waktu mau bertemunya sperma, waktu didalam rahim, waktu lahir dan sterusnya hingga dewasa. Begitu lahir langsung diperkenalkan dengan kalimat-kalimat Allah melalui adzan dan iqomat. Diperdengarkan al-Qur’an dan kalimat-kalimat toyibah yang lain. Orang tua juga memenuhi hak-hak anaknya, baik untuk kebutuhan phisiknya, jiwanya, hatinya maupun akalnya. Seperti makanan, pakaian, kebiasaan-kebiasaan positif, permainan yang mendidik sesuai usianya, dan lain-lainnya.
Dari Abdullah bin Amir r.a., ia berkata, “Ibuku memanggilku, dan Rasulullah S.A.W. duduk di rumah kami. Ibu berkata, “Kemarilah! Saya akan memberimu (kurma).” Rasulullah bettanya, “Apa yang ingin kamu berikan?” Ia menjawab, “Saya akan memberinya kurma.” Rasulullah bersabda kepadanya, “Seandainya kamu tidak memberinya sesuatu, maka kamu akan ditulis sebagai pendusta.” (H.R. Ahamad dan Abu Daud). Sesungguhnya anak-anak suka memperhatikan perilaku orang dewasa dan menirunya, karena itu kita tidak boleh membohongi mereka.
Maka Rasulullah selalu memberikan contoh akhlaq yang terpuji. “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Q.S. Al-Qalam : 4).



FASE KEDUA
Anak berusia 4 tahun hingga usia 10 tahun
Dalam fase ini Rasulullah mengajarkan kepada kita bagaimana cara mambentuk akhlak anak. Seperti :
- Menemani anak dalam perjalanan sambil menasihati dan mengajari mereka sesuai akalnya.
- Menggunakan ungkapan yang menyentuh untuk menarik hati anak.
- Menghargai permainan anak dan menemaninya.
- Tidak memisahkan anak dari keluarganya ataupun teman bermainnya.
- Membimbing anak agar berakhlak mulia
- Mendoakan kebaikan untuk anaknya, dan tidak mendoakan kejelekan untuk anaknya.
- Meminta izin anak dalam hal yang menjadi haknya.
- Mengajari anak menjaga rahasia.
- Makan bersama anak.
- Berlaku adil terhadap anak laki-laki dan perempuan.
- Mendamaikan anak yang berkelahi.
- Memotivasi anak agar berlomba menggali potensinya.
- Menghadiahi anak yang berprestasi.
- Mengajari adzan dan shalat.
- Mengajarkan anak ketegasan dan keberanian.
- Mengajarkan anak sebagai pemimpin.
(Bersambung.)
Sumber : CARA NABI MUHAMMAD S.A.W. MENYIAPKAN GENERASI
(SYAIKH JAMAL ABDURRAHAMAN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar